TENTANG WISATA
Berbeda dengan situs-situs di sekitarnya yang umumnya berupa candi (tempat pemujaan), Keraton Ratu Boko adalah situs purbakala yang diyakini sebagai reruntuhan kompleks istana atau permukiman benteng kuno. Terletak di atas perbukitan di selatan Candi Prambanan, situs yang dibangun sekitar abad ke-8 Masehi ini menunjukkan perpaduan harmonis unsur Hindu dan Buddha. Nama situs ini sering dikaitkan dengan legenda rakyat Prabu Boko, ayah dari Roro Jonggrang.
DAYA TARIK
-
Spot Sunset Terbaik di Jogja Daya tarik paling magis dari Ratu Boko adalah pemandangan matahari terbenamnya. Posisi gerbang utama yang menghadap ke barat menciptakan bingkai siluet alami yang sempurna saat matahari turun di tengah-tengahnya.
-
Gerbang (Gapura) yang Ikonik Situs ini memiliki dua gerbang batu andesit besar yang kokoh dan megah. Arsitekturnya yang unik dan berbeda dari candi pada umumnya menjadi ciri khas Ratu Boko.
-
Menjelajahi Kompleks Keraton Pengunjung dapat menyusuri area yang sangat luas yang menggambarkan kehidupan keraton masa lalu, mulai dari Paseban (ruang tunggu), Pendopo (aula utama), hingga Keputren (kolam pemandian).
-
Panorama dari Ketinggian Bukit Karena letaknya di atas bukit (sekitar 196 mdpl), pengunjung bisa menikmati angin sejuk dan pemandangan luas ke arah Candi Prambanan dan Gunung Merapi dari kejauhan.
FASILITAS
Informasi Kunjungan
- Jam Buka
- Tiket Masuk
Mulai dari
Dewasa ( ≥ 10 tahun): Rp40.000. Anak-anak (3-10 tahun): Rp20.000. Tersedia paket terusan dengan Candi Prambanan/Borobudur (mulai dari Rp75.000). (Harga dapat berubah sewaktu-waktu).




