Telusuri sejarah nama Bali dan asal usul Bali dari masa ke masa. Pulau Dewata ini menyimpan kisah budaya, legenda, dan akar sejarah yang menarik untuk dipahami.

Pulau Bali, yang sering dijuluki sebagai Pulau Dewata, bukan hanya terkenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga dengan budaya dan sejarah yang panjang. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya tentang sejarah nama Bali dan bagaimana asal usul Bali hingga disebut demikian? Artikel ini akan membahas secara mendalam latar belakang sejarah, etimologi, dan asal-usul penyebutan nama Bali berdasarkan sumber sejarah yang kredibel.

Asal Usul Nama Bali

Makna Kata “Bali”

Menurut beberapa catatan sejarah, kata Bali berasal dari kata dalam bahasa Sanskerta yaitu Wali atau Bebali. Kata ini memiliki arti “persembahan” atau “pengorbanan suci”. Hal ini sejalan dengan budaya masyarakat Bali yang sangat lekat dengan upacara persembahan kepada dewa-dewa dan leluhur.

Selain itu, dalam prasasti kuno, istilah Bali Dwipa sering digunakan, yang berarti “Pulau Persembahan”. Sebutan ini menggambarkan pulau tersebut sebagai tempat penuh ritual keagamaan yang diwariskan turun-temurun.

Catatan Sejarah Kuno

Menurut Prasasti Blanjong (tahun 914 M), Bali sudah disebut sebagai wilayah penting pada masa pemerintahan Raja Sri Kesari Warmadewa. Dalam catatan tersebut, istilah Bali Dwipa digunakan sebagai penanda wilayah yang memiliki ciri khas religius dan budaya yang kuat.

Sejarah Nama Bali dari Masa ke Masa

Bali pada Era Kerajaan

Pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara, Bali dikenal sebagai pusat kebudayaan dan spiritualitas. Nama Bali makin populer setelah tercatat dalam berbagai naskah kuno Jawa, seperti Negarakertagama karya Mpu Prapanca (abad ke-14). Dalam naskah tersebut, Bali disebut sebagai daerah taklukan Majapahit, namun tetap mempertahankan adat dan tradisi uniknya.

Pengaruh Agama Hindu

Hindu menjadi agama mayoritas masyarakat Bali hingga saat ini. Nama Bali makin identik dengan persembahan, ritual, dan kebudayaan Hindu yang kental. Hal ini memperkuat makna Bali sebagai “tanah persembahan suci” atau Pulau Dewata.

Bali pada Masa Kolonial

Ketika Belanda masuk ke Bali pada abad ke-19, nama Bali semakin mendunia. Para penjelajah Eropa mencatat keindahan Bali sekaligus kebudayaan masyarakatnya yang penuh warna. Sejak saat itu, Bali bukan hanya dikenal di Nusantara, tetapi juga di mancanegara.

Legenda dan Mitologi Asal Usul Bali

Selain catatan sejarah tertulis, asal usul Bali juga terkait dengan legenda. Dalam mitologi Hindu, Bali sering dikaitkan dengan tokoh Raja Bali yang terkenal adil dan bijaksana. Walaupun legenda ini lebih banyak berakar dari kisah India kuno, masyarakat Bali tetap menempatkannya sebagai bagian dari identitas budaya.

Bali sebagai Pulau Dewata

Julukan Pulau Dewata muncul karena masyarakat Bali menjalankan kehidupan yang erat dengan ritual keagamaan. Hampir setiap hari ada upacara atau persembahan yang dilakukan di pura maupun rumah-rumah penduduk. Inilah yang menjadikan Bali bukan hanya sebuah wilayah geografis, tetapi juga pusat spiritual yang unik di dunia.

Pentingnya Memahami Sejarah Nama Bali

Mengetahui sejarah nama Bali bukan hanya tentang memahami asal kata, tetapi juga tentang menghargai perjalanan budaya dan tradisi yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Dengan memahami asal usul Bali, kita dapat melihat bagaimana kearifan lokal masih terjaga hingga kini, meski modernisasi terus berkembang.

Kesimpulan

Sejarah nama Bali mencerminkan identitas masyarakatnya yang religius dan penuh dengan nilai budaya. Kata Bali berasal dari istilah Sanskerta yang berarti persembahan, diperkuat dengan catatan prasasti kuno dan naskah sejarah Jawa. Hingga kini, Bali tetap menjadi simbol kebudayaan Nusantara yang mendunia dengan sebutan Pulau Dewata.