Telusuri sejarah nama Bengkulu dan asal usul Bengkulu, dari legenda rakyat, pengaruh kolonial, hingga latar sejarah provinsi — ulasan lengkap dan terpercaya.
Sejarah Awal Wilayah Bengkulu
Wilayah yang kini menjadi Provinsi Bengkulu memiliki sejarah panjang. Sejak zaman kerajaan maritim Nusantara, daerah ini berada di bawah pengaruh Sriwijaya sebagai bagian dari jaringan kekuasaan di Sumatra.
Kemudian, selama era kerajaan-kerajaan lokal berkembang di pesisir Barat Sumatra, muncul kerajaan-kerajaan kecil seperti Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Pat Petulai, Kerajaan Balai Buntar, dan lain-lain di wilayah Bengkulu.
Sebagai kota dan wilayah pesisir, Bengkulu juga menjadi jalur penting bagi aktivitas perdagangan antar pulau. Pengaruh Majapahit, Pengaruh kerajaan Jawa, dan hubungan antar kerajaan lokal turut membentuk struktur sosial dan politik awal.
Dalam catatan kolonial, daerah ini kemudian dikenal oleh bangsa Eropa sebagai Bencoolen atau Benkoelen ketika Belanda dan Inggris masuk ke wilayah ini.
Dengan latar belakang sejarah tersebut, muncul berbagai versi dan legenda tentang sejarah nama Bengkulu dan asal usul Bengkulu.
Versi Legenda: Dari Perang Aceh–Serut hingga Empang Ka Hulu
Salah satu versi yang paling dikenal masyarakat Bengkulu berkaitan dengan legenda perang antara Kerajaan Aceh dengan Kerajaan Serut di wilayah yang kemudian menjadi Bengkulu.
Menurut legenda ini:
- Dahulu, Kerajaan Serut dipimpin oleh Ratu Agung. Ia memiliki anak-anak, salah satunya Pangeran Anak Dalam Muara Bengkulu dan Putri Gading Cempaka.
- Ketika seorang pangeran dari Aceh ingin melamar Putri Gading Cempaka, permintaan itu ditolak oleh penguasa Kerajaan Serut.
- Kemarahan Aceh memicu serangan antar kerajaan. Dalam menghadapi kapal penyerang Aceh di alur sungai, pasukan Kerajaan Serut menebang kayu pohon dan melemparkannya ke arah hulu sungai supaya menghambat kapal musuh. Kata “Empang ka hulu” yang berarti “hadang ke hulu / halangi ke hulu” dikatakan oleh pasukan setempat sebagai perintah.
- Seiring waktu, “Empang ka hulu” berubah menjadi Pangkahulu, kemudian Bangkahulu, lalu Bengkulu.
Cerita ini menjadi versi rakyat yang paling populer untuk menjelaskan asal usul Bengkulu dalam tradisi lisan masyarakat.
Versi Etimologi dan Teori Lain
Selain legenda rakyat, terdapat teori-teori etimologis dan interpretasi alternatif mengenai sejarah nama Bengkulu:
Teori “Bang + Kulon”
Salah satu teori menyebutkan bahwa nama Bengkulu berasal dari istilah Melayu: bang (pesisir) dan kulon (barat). Dalam proses waktu, bang berubah ke beng dan kulon menjadi kulu. Dengan demikian, Bengkulu kira-kira bermakna “pesisir barat”.
Teori “Bangkai + Hulu”
Ada pula versi yang menyebut kata bangkai dan hulu. Dalam versi ini, saat terjadi perang atau konflik di bagian hulu sungai, banyak korban dan bangkai tak terkubur yang menyebabkan nama Bangkai Hulu muncul, lalu bertransformasi menjadi Bangkahulu dan akhirnya Bengkulu.
Teori Nama Kolonial / Inggris
Bangsa Inggris yang menetap di wilayah ini menggunakan sebutan Bencoolen. Nama ini kemudian diadaptasi ke dalam bahasa lokal menjadi “Bengkulu”.
Namun, teori ini sedikit lemah karena adaptasi dari nama kolonial ke nama lokal sering lebih rumit dan tidak selalu terjadi.
Teori “Batu Besar / Formasi Batu”
Ada juga teori populer yang menyebutkan bahwa “Bengkulu” berasal dari kata Benkulu dalam bahasa Melayu yang berarti “tempat banyak batu besar” atau “kumpulan batu besar,” merujuk pada kondisi geografis dengan banyak formasi batuan alami di wilayah tersebut.
Meskipun demikian, teori ini belum banyak didukung bukti historis yang kuat dibandingkan legenda rakyat dan teori etimologi klasik.
Periode Kolonial dan Evolusi Nama
Setelah era kerajaan lokal dan masa-lama intra-Nusantara, wilayah Bengkulu memasuki fase kontak dan kolonialisme Eropa.
- Bangsa Portugis pernah tercatat sebagai pengunjung awal di wilayah barat Sumatra, namun interaksinya terhadap Bengkulu tidak dominan.
- Inggris mendirikan pos mereka di Bengkulu (dipanggil Bencoolen / Benkoelen) sekitar tahun 1685 melalui East India Company.
- Inggris juga membangun Fort Marlborough sebagai pusat pertahanan dan administrasi kolonial di Bengkulu.
- Pada Perjanjian London 1824, Inggris menyerahkan wilayah Bencoolen kepada Belanda sebagai bagian dari pertukaran kolonial (misalnya Inggris fokus ke Malaka).
- Di masa Hindia Belanda, wilayah ini dikenal sebagai Residency Bencoolen dan kemudian menjadi bagian dari provinsi Sumatra Selatan.
- Setelah kemerdekaan Indonesia, pembentukan provinsi Bengkulu secara resmi terjadi pada 18 November 1968 melalui pemisahan dari wilayah residensi Bencoolen yang sebelumnya tergabung dalam Provinsi Sumatra Selatan.
Dalam perjalanan kolonial tersebut, nama Bencoolen menjadi bagian resmi administrasi kolonial, sementara transformasi lokal nama menjadi Bengkulu pun terus berlangsung di masyarakat setempat.
Mengapa Nama “Bengkulu” Lebih Diterima?
Beberapa faktor membuat nama Bengkulu akhirnya diterima sebagai nama yang dominan:
- Keterikatan budaya lokal
Legenda “Empang ka hulu → Bangkahulu → Bengkulu” sangat melekat dalam tradisi lisan masyarakat Bengkulu. Nama ini mempunyai nilai identitas historis dan emosional. - Adaptasi fonetik lokal
Proses perubahan bunyi dalam bahasa Melayu / dialek lokal memungkinkan transformasi dari Pangkahulu atau Bangkahulu menjadi Bengkulu. - Penyerapan nama kolonial dalam bentuk lokal
Istilah Bencoolen yang digunakan di administrasi kolonial diadaptasi ke bunyi lokal oleh masyarakat sebagai Bengkulu. - Keputusan administratif modern
Ketika provinsi resmi dibentuk, nama Bengkulu telah digunakan dan dikenali sehingga menjadi pilihan nama provinsi.
Dengan kombinasi antara warisan legenda, perkembangan fonetik, dan interaksi kolonial, nama Bengkulu muncul sebagai kesepakatan nama yang disepakati dan dikenal luas.
Kesimpulan
Sejarah dan asal usul nama Bengkulu tidak memiliki satu versi tunggal yang disepakati secara akademis, melainkan merupakan gabungan antara legenda rakyat, teori etimologi, dan pengaruh kolonial. Versi legenda “Empang ka hulu → Pangkahulu → Bangkahulu → Bengkulu” adalah yang paling akrab di masyarakat sebagai cerita rakyat. Sementara itu, teori seperti bang + kulon atau adaptasi dari Bencoolen juga menjelaskan dimensi historis nama tersebut.
Meski demikian, nama Bengkulu kini menjadi representasi identitas provinsi, melewati era kerajaan lokal hingga transformasi kolonial, dan tetap dikenang sebagai simbol kaitan antara cerita masa lalu dengan realitas geografis dan sosial masa kini.
Semoga artikel ini memperkaya pemahaman tentang sejarah nama Bengkulu dan asal usul Bengkulu.
