Temukan sejarah nama Jawa Timur dari kerajaan kuno, masa kolonial, hingga provinsi modern. Ulasan lengkap asal usul Jawa Timur dengan sumber terpercaya.

Sejarah Nama Jawa Timur: Dari Kerajaan Majapahit Hingga Provinsi Modern

Jawa Timur adalah salah satu provinsi terbesar di Indonesia yang kaya akan sejarah, budaya, dan peradaban. Nama Jawa Timur bukan sekadar penunjuk arah, tetapi menyimpan kisah panjang tentang kerajaan-kerajaan besar yang pernah berdiri di wilayah ini, pengaruh kolonial Belanda, hingga proses pembentukan provinsi di era Indonesia merdeka. Artikel ini mengulas sejarah nama Jawa Timur dan asal usul Jawa Timur secara lengkap, berdasarkan sumber-sumber kredibel.

Asal Usul Jawa Timur pada Masa Kerajaan Kuno

Wilayah yang kini dikenal sebagai Jawa Timur sudah menjadi pusat peradaban sejak masa Hindu-Buddha. Beberapa kerajaan besar yang berdiri di wilayah ini antara lain:

Kerajaan Kanjuruhan dan Singhasari

Pada abad ke-8, berdiri Kerajaan Kanjuruhan di sekitar Malang yang menjadi salah satu kerajaan tertua di Jawa Timur. Setelah itu, pada abad ke-13 muncul Kerajaan Singhasari yang dipimpin Raja Ken Arok dan kemudian Raja Kertanegara. Singhasari dikenal sebagai kerajaan yang kuat dan memperluas pengaruhnya hingga Nusantara.

Kerajaan Majapahit: Masa Keemasan Jawa Timur

Kerajaan terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah Jawa Timur adalah Majapahit (1293–1527). Berpusat di Trowulan, Mojokerto, Majapahit menjadi kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara. Pada masa kejayaannya, Majapahit menguasai hampir seluruh Nusantara, sebagian Semenanjung Malaya, hingga wilayah Filipina.

Pengaruh Majapahit terhadap budaya Jawa Timur sangat besar, termasuk dalam bahasa, seni, sastra, dan sistem pemerintahan. Meski saat itu belum dikenal istilah “Jawa Timur”, wilayah ini sudah dianggap sebagai pusat kebudayaan Jawa.

Munculnya Istilah “Jawa Timur” di Masa Islam dan Kolonial

Pengaruh Kerajaan Islam

Setelah Majapahit runtuh, muncul kerajaan-kerajaan Islam seperti Kesultanan Demak yang awalnya berpusat di Jawa Tengah, kemudian Kesultanan Pajang, dan akhirnya Kesultanan Mataram Islam yang memperluas pengaruh ke wilayah timur Jawa. Pada masa ini, istilah “Tanah Jawi” atau “Jawa Wetan” (Jawa Timur) mulai digunakan oleh masyarakat untuk membedakan bagian timur Pulau Jawa dari wilayah tengah.

Kolonial Belanda dan Pembagian Administratif

Ketika Belanda datang dan membentuk pemerintahan kolonial, mereka mulai memperkenalkan sistem administrasi yang lebih modern. Pulau Jawa dibagi menjadi tiga bagian besar:

  • West Java (Jawa Barat)
  • Midden Java (Jawa Tengah)
  • Oost Java (Jawa Timur)

Nama Oost Java (Jawa Timur) digunakan oleh Belanda karena wilayah ini terletak di bagian timur pulau dan memiliki pelabuhan penting seperti Surabaya. Surabaya sendiri berkembang menjadi pusat perdagangan, pelabuhan militer, dan ekonomi penting bagi Hindia Belanda.

Jawa Timur di Era Kemerdekaan

Penetapan Provinsi Jawa Timur

Setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, pembagian administratif peninggalan Belanda menjadi dasar pembentukan provinsi. Nama Jawa Timur kemudian diresmikan sebagai provinsi pada tahun 1950 melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Jawa Timur.

Surabaya ditetapkan sebagai ibu kota provinsi karena perannya sebagai kota pahlawan dan pelabuhan terbesar di Indonesia Timur. Kota ini memiliki sejarah heroik, terutama dalam pertempuran 10 November 1945 yang menjadi simbol perlawanan rakyat Indonesia terhadap kolonialisme.

Peran Jawa Timur dalam Sejarah Nasional

Jawa Timur dikenal sebagai daerah yang melahirkan banyak pahlawan nasional, di antaranya Bung Tomo, Cut Nyak Dien (perjuangan di Surabaya), dan tokoh lainnya. Selain itu, provinsi ini memiliki peran besar dalam perdagangan, pendidikan, hingga kebudayaan nasional.


Makna Nama Jawa Timur

Nama Jawa Timur secara literal berarti wilayah yang berada di bagian timur Pulau Jawa. Namun di balik kesederhanaan makna ini, terdapat nilai sejarah yang panjang:

  • Dari pusat peradaban Hindu-Buddha (Majapahit)
  • Penyebaran Islam melalui wali dan kerajaan Islam
  • Administrasi kolonial Belanda yang menyebut wilayah ini Oost Java
  • Hingga menjadi provinsi modern Indonesia.

Budaya dan Identitas Jawa Timur Saat Ini

Meski namanya bersifat geografis, Jawa Timur memiliki identitas budaya yang unik. Bahasa Jawa dialek timuran (sering disebut Jawa Arek dan Jawa Mataraman) mendominasi komunikasi sehari-hari. Seni tradisi seperti ludruk, wayang kulit Jawa Timuran, reog Ponorogo, dan karapan sapi Madura adalah warisan budaya yang memperkuat identitas daerah ini.

Jawa Timur juga memiliki warisan kuliner khas seperti rawon, rujak cingur, sate Madura, dan tahu campur. Semua ini menjadi bagian penting dari daya tarik budaya provinsi ini.

Kesimpulan

Sejarah nama Jawa Timur adalah perjalanan panjang dari peradaban kuno hingga negara modern:

  • Bermula dari kerajaan Hindu-Buddha seperti Kanjuruhan, Singhasari, dan Majapahit.
  • Berlanjut pada masa kerajaan Islam dan awal penyebutan “Jawa Wetan”.
  • Diperkuat pada masa kolonial Belanda dengan istilah Oost Java.
  • Akhirnya menjadi Provinsi Jawa Timur secara resmi pada tahun 1950.

Kini, Jawa Timur tidak hanya dikenal sebagai provinsi terbesar dengan populasi padat, tetapi juga sebagai pusat budaya, sejarah, dan perekonomian di Indonesia.