Menyelami sejarah nama Sumatera Selatan dan asal usul Sumatera Selatan, dari zaman pra-sejarah hingga pembentukan provinsi modern — ulasan lengkap dan terpercaya.
Sejarah Awal dan Kehidupan Pra-Sejarah di Wilayah Sumatera Selatan
Wilayah yang kini dikenal sebagai Provinsi Sumatera Selatan telah dihuni manusia sejak zaman pra-sejarah. Bukti-bukti arkeologis di beberapa lokasi seperti Kabupaten Lahat, Ogan Komering Ulu, dan daerah aliran Sungai Musi menunjukkan peninggalan alat batu dari zaman paleolitikum.
Penelitian antropologi mengungkap bahwa manusia purba menyebar melalui lembah-lembah sungai besar, menggunakan jalur air sebagai jalur migrasi utama. Lokasi-lokasi seperti Gua Tiangko Panjang dan situs-situs di lereng pergunungan Gumai juga menjadi tempat tinggal manusia zaman dahulu.
Dengan demikian, kehidupan manusia di wilayah ini telah berlangsung ribuan tahun sebelum era kerajaan muncul.
Kerajaan Sriwijaya: Fondasi Nama dan Identitas
Salah satu fase paling penting dalam sejarah nama Sumatera Selatan adalah masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Dari abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi, wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya menjadi pusat pengaruh Sriwijaya, kerajaan maritim besar yang mengontrol jalur perdagangan maritim Nusantara dan Asia Tenggara.
Ibu kota Sriwijaya dikenal berada di Palembang, yang kemudian berkembang menjadi kota penting yang melahirkan identitas lokal dan nama daerah.
Karena peran strategisnya sebagai pusat pemerintahan Sriwijaya, wilayah Sumatera Selatan memperoleh julukan Bumi Sriwijaya, identitas historis yang hingga kini melekat kuat dalam kesadaran budaya lokal.
Selain itu, pengaruh budaya Hindu-Buddha, aksara Pallawa, dan hubungan diplomatik dengan India turut membentuk peradaban awal di wilayah ini.
Pengaruh Majapahit dan Transisi ke Kesultanan
Setelah masa puncak Sriwijaya, mulai abad ke-13 hingga ke-14, pengaruh Majapahit meluas ke berbagai bagian Sumatra, termasuk wilayah Sumatera Selatan.
Setelah melemahnya pengaruh kerajaan besar, wilayah ini sempat menjadi daerah lepas atau “tak bertuan” dan menjadi tempat aktivitas bajak laut serta persinggahan pelaut asing, terutama dari Cina.
Kemudian muncul Kesultanan Palembang sebagai kekuatan lokal yang memimpin urusan internal dan mempertahankan identitas Islam di wilayah ini. Kesultanan ini menjadi benteng budaya dan politik lokal ketika kekuasaan kolonial Barat mulai masuk.
Dengan demikian, nama “Sumatera Selatan” sebagai bagian dari pulau Sumatra memperoleh makna tambahan dari identitas lokal (Palembang, Ogan, Komering, dan suku-suku lainnya) dan proses historis tersebut.
Asal Nama “Sumatera Selatan”: Kenapa Disebut begitu?
Secara sederhana, Sumatera Selatan berarti “bagian selatan Pulau Sumatra”. Penggunaan kata “Selatan” (selatan = bagian bawah/aji) menunjukkan penentuan letak geografis.
Namun, terdapat aspek tambahan dalam penggunaan nama tersebut:
- Perluasan Wilayah Awal
Ketika provinsi Sumatera Selatan dibentuk pada 12 September 1950, wilayahnya mencakup tidak hanya wilayah selatan, tetapi juga wilayah yang sekarang menjadi provinsi Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung.
Dengan pemekaran dan pembentukan provinsi baru, nama “Sumatera Selatan” tetap dipakai untuk rumpun wilayah selatan yang tersisa. - Konteks Negara Bagian Federal (NSS)
Pada periode awal kemerdekaan, Belanda mencoba menerapkan sistem federal, dan salah satu negara bagian yang dibentuk ialah Negara Sumatera Selatan (NSS) sejak 30 Agustus 1948. Namun negara ini hanya bertahan selama sekitar 17 bulan hingga dibubarkan pada 18 Maret 1950.
Meskipun begitu, penggunaan istilah “Sumatera Selatan” sebagai entitas politik lebih awal turut memperkuat nama tersebut dalam kesadaran publik.
Jadi, nama “Sumatera Selatan” tidak hanya sebagai penanda lokasi geografis, tetapi juga warisan administrasi awal pasca kemerdekaan.
Proses Pembentukan Provinsi Sumatera Selatan
Setelah kemerdekaan Indonesia, wilayah besar Pulau Sumatra dibagi-bagi menjadi provinsi. Sumatera Selatan secara resmi dibentuk pada 12 September 1950 sebagai salah satu provinsi Republik Indonesia.
Pada awal pembentukan, provinsi ini memiliki cakupan luas (termasuk wilayah-wilayah yang sekarang memisah). Pemekaran provinsi dilakukan bertahap:
- Provinsi Lampung dimekarkan dari Sumatera Selatan pada tahun 1964.
- Provinsi Bengkulu terpisah dari bagian barat Sumatra Selatan sekitar 1967.
- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi provinsi sendiri pada tahun 2000, memisahkan pulau-pulau lepas dari wilayah Sumatera Selatan.
Dengan demikian, nama “Sumatera Selatan” tetap digunakan untuk provinsi inti yang tersisa setelah proses pemekaran. Kini Provinsi Sumatera Selatan terdiri dari beberapa kabupaten dan kota, dengan Palembang sebagai ibu kotanya.
Faktor Budaya, Etnis, dan Identitas Lokal dalam Nama
Nama “Sumatera Selatan” juga mencerminkan keragaman suku dan budaya yang ada di provinsi ini. Beberapa suku utama di antaranya adalah Palembang (Melayu Palembang), Ogan, Komering, Lematang, Musi, dan lainnya. Contoh menarik adalah suku Komering yang nama sungainya (Sungai Komering) digunakan sebagai identitas suku, dan nama itu diyakini berasal dari seorang pedagang rempah asal India bernama “Komring Sing” yang memfasilitasi perdagangan pinang.
Proses integrasi suku dan budaya lokal dalam identitas provinsi turut memperkuat legitimasi nama “Sumatera Selatan” sebagai nama daerah yang tidak sekadar penanda wilayah, tetapi juga wadah budaya lokal.
Selain itu, warisan kerajaan Sriwijaya, keterkaitan Palembang sebagai kota pusat kekuasaan, dan hubungan historis dengan perdagangan maritim membuat identitas “Bumi Sriwijaya” menjadi bagian dari slogan kultural Sumatera Selatan.
Kesimpulan
- Istilah sejarah nama Sumatera Selatan mencakup akar geografi (lokasi selatan Pulau Sumatra), sejarah kerajaan Sriwijaya, dan warisan politik awal (Negara Sumatera Selatan).
- Nama Asal Usul Sumatera Selatan dapat ditelusuri dari masa pra-sejarah, lewat kerajaan besar, hingga pembentukan provinsi modern.
- Meskipun wilayah asalnya jauh lebih luas, nama “Sumatera Selatan” tetap dipertahankan dan melekat secara administratif dan budaya setelah beberapa kali pemekaran.
- Nama ini lebih dari sekadar nama tempat — ia memuat elemen sejarah, identitas suku, dan warisan lokal yang kompleks.
Semoga artikel ini berguna untuk memahami sejarah nama Sumatera Selatan dan asal usul Sumatera Selatan secara menyeluruh.

